7 April 2013

Tangkahan Tempat EkoWisata

Tangkahan
Tangkahan, adalah salah satu tempat ekowisata yang ada di Sumatera Utara, di Kawasan ini terdapat hutan lindung, tempat populasi gajah dan orang utan juga, Suasana Tangkahan masih asri, sejuk, kaya dengan flora dan fauna, bagi anda yang suka berpetualang ke hutan untuk menikmati hutan Tropis Hutan Tangkahan adalah salah satu yang terbaik. Tangkahan memiliki daya tarik yang alami dan menyukuhkan keindahan alam yang sangat mempesona. Tangkahan berada di Kawasan gunung Lauser, Yaitu Taman Nasional yang di lindungi Pemerintah.

Keberadaan Gajah patroli, Orangutan Sumatra liar dan panorama hutan hujan tropis yang indah di Tangkahan menjadikan daerah ini sebagai tujuan wisata yang digemari oleh para wisatawan, memiliki luas area ± 17.000 ha yang berada di Desa Namo Sialang Kecamatan Batang Serangan Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara. Secara geografis berada pada 03º05’30” LU dan 098º04’26.8” BT. Tangkahan karena keindahannya terkenal sebagai surga tersembunyi di Leuser.

Antara tahun 1980 hingga tahun 1990-an, masyarakat di sekitar Tangkahan dulunya giat membalak kayu hutan yang berasal dari Taman Nasional Gunung Leuser. Namun seiring dengan waktu, masyarakat kemudian sadar akan kerusakan dan kesalahan yang telah mereka lakukan sehingga atas kesepakatan bersama masyarakat di Tangkahan kemudian memutuskan untuk menghentikan pembalakan kayu illegal dari Taman Nasional Gunung Leuser dan mengembangkan kawasan Tangkahan daerah ekowisata. Pada tahun 2001, masyarakat Tangkahan berkumpul dan menyepakati peraturan desa (perdes) yang melarang segala aktifitas yang mengeksploitasi hutan secara illegal dan mendirikan Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT).

Tangkahan adalah EkoWisata

Pada bulan April 2002, LPT membuat nota kesepahaman (MoU) dengan pihak pengelola Taman Nasional Gunung Leuser untuk mengelola Tangkahan sebagai tujuan wisata. LPT juga mendirikan Community Tour Operator (CTO) yang berfungsi memfasilitasi penyediaan akomodasi, interpreter bagi pengunjung dan paket-paket wisata yang menarik. Selain untuk trekking di hutan Taman Nasional Gunung Leuser yang mempesona, Tangkahan juga merupakan tempat kegiatan Conservation Response Unit (CRU) yang terdiri dari beberapa gajah bekas peliharaan (ex-captive) dan sekelompok mahout (pelatih gajah) yang secara teratur berpatroli untuk melindungi kawasan Taman Nasional Gunung Leuser dari aktifitas perambahan kawasan. Pengunjung juga dapat ikut dalam trekking gajah selama 1 – 2 jam bersama-sama dengan mahout berpetualang dan menelusuri hutan, atau menikmati trekking menunggangi gajah selama 4 hari 3 malam dari Tangkahan ke Bukit Lawang.

Untuk mencapai lokasi tangkahan dapat ditempuh dari Medan selama 3 jam dengan jarak berkisar 124 km melewati kota Binjai dan Tanjung Pura dengan kondisi jalan sangat baik/telah diaspal. Jalur lain adalah melalui jalur jalan memotong Stabat – Simpang Sidodadi dengan jarak sekitar 95 km dengan waktu tempuh 2 jam perjalanan. Jalur ini sebagian jalannya dalam kondisi rusak (13 km) belum beraspal terutama di kawasan perkebunan. Setiap hari terdapat angkutan umum regular untuk rute Medan – Tangkahan dari terminal Pinag Baris Medan. Lokasi pemberhentian bus berada di simpang Robert di Dusun Titi Mangga. Perjalanan ke lokasi Tangkahan dari simpang ini dilanjutkan dengan mengendarai ojek/sepeda motor. Jalan dari simpang ini ke Tangkahan merupakan jalan perkebunan dengan kondisi jalan belum beraspal dan masih berupa jalan batu/kerikil.

Tangkahan Dan Panorama Alam

Terdapat rakit penyeberangan di Sungai Batang Serangan yang menghubungkan ke sarana penginapan Bamboo River Lodge memiliki 6 kamar double dilengkapi dengan kamar mandi dengan tarif Rp. 75.000 s/d 100.000 per malam dan Alex’s House yang memiliki 8 kamar dengan tarif Rp.125.000 s/d Rp. 150.000 per malam, hotel green load 6 kmr Rp.125.000 s/d 150.000 per malam dan homestay dengan tarif Rp. 15.000 s/d 30.000 per malam. Di masing-masing penginapan terdapat pendopo yang berfungsi juga sebagai ruang pertemuan dan restoran. Fasilitas lainnya yang tersedia adalah Visitor Centre, papan interpretasi, jalan trail, camping ground dan warung makan tradisional milik masyarakat setempat. Pada hari libur banyak dikunjungi wisatawan nusantara/lokal untuk berekreasi mandi di sungai Batang Serangan dan Sungai Buluh.

Kawasan wisata Tangkahan juga sudah dikenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara yang biasanya sering dibawa oleh pemandu lokal dari Bukit Lawang.

Kawasan ini memiliki tipe ekosistem dataran rendah dan dataran tinggi dengan kondisi hutan yang masih terjaga kemurniannya. Flora fauna yang terdapat pada kawasan ini berupa kantong semar, rafflessia, Amorphophalus sp, damar, meranti, mayang, sedangkan fauna yang terdapat dikawasan ini berupa gajah, orangutan, kera ekor panjang, harimau, kambing hutan, babi hutan, burung kuau serta lainnya.

Kawasan ini merupakan tempat pertemuan sungai Buluh dan sungai Batang Serangan. Kondisi air cukup jernih namun pada saat hujan permukaan air sungai akan naik dan air berubah keruh untuk selanjutnya berangsur-angsur jernih kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Sebagian besar penduduknya hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Anak-anak mudanya banyak yang bekerja sebagai guide/pemandu di lokasi wisata ini. Mayoritas suku Karo dan sebagian lagi adalah suku Jawa serta Melayu.

Potensi wisata berupa pemandian air panas, gua kalong, gua kambing, air terjun dan jalur trekking dengan berjalan kaki ataupun dengan menaiki Gajah Sumatera. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan berupa berpetualang dan menyingkap rahasia hutan hujan tropis Sumatra dengan trekking atau menunggangi Gajah Sumatra dengan rute pendek dan rute panjang sampai ke Bukit Lawang, ikut memandikan Gajah Sumatra, mengarungi jeram sungai dengan menggunakan ban (tubbing) atau rubber boat, berkemah di areal camping ground, menyelusuri gua alam, menyegarkan badan dengan mandi di sungai yang jernih, mengamati atraksi satwa, menyaksikan atraksi budaya lokal dan menikmati kuliner khas lokal.

sources: gununglauser

Tangkahan Tempat EkoWisata Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rudi Lumban Gaol

0 komentar: