22 Desember 2012

Tao Silalahi Bagian Danau Toba

Tao Silalahi Bagian Danau Toba
Tao Silalahi (tao=laut, dalam bahasa batak tao adalah adalah laut) mengapa disebut tao karena Hamparan Danau yang sangat luas. Tao silalahi adalah bagian dari Danau Toba, inilah salah satu keunikan Danau Toba, dibagian tempat lain, nama danau Toba bisa berbeda, tetapi nama yang paling tersohor tentu saja Danau Toba. Tao silalahi atau danau bagian Danau Toba memiliki legenda tersendiri. Tao silalahi sangat potentensial untuk dikembangkan sebagai tempat olah raga air. Hal inilah yang menjadi Tugas Pemerintah Daerah dan provinsi Sumatera Utara.


Si kutip dari diengplateau.com tentang pontensi besar yang dapat di kembangkan dengan relatif mudah untuk pengembangan parawisata di Tao Silalahi.
Tao silalahi adalah mutiara terpendam di Sumatera Utara, betapa tidak, tao ini memiliki hamparan pantai yang sangat indah dan desa disekitarnya menyimpan banyak cerita khas serta legenda suku batak, namun tidak semua orang mengetahui hal ini. Hamparan pantai indah yang terbentang di sepanjang sisi pantai Tao Silalahi diperkirakan mencapai 28 Km sehingga sangat potensial untuk dijadikan arena olahraga pantai seperti volly pantai, renang, selam dan jet ski, anda juga anda akan menemukan bangunan bersejarah berupa 42 rumah adat berusia sekitar 250 tahun. Dahulu, desa Silalahi merupakan sebuah kerajaan yang dibangun oleh raja Silalahi Sabungan selain itu disinilah terdapat Tugu Silalahi Sabungan, yang mengungkap seluruh pomparan (keturunan) Toga Raja Silalahi Sabungan, dan di tugu itu terdapat juga relief yang menceritakan kehidupan Raja Silalahi Sabungan.

Jika Anda ingin datang ke Tao Silalahi, bisa ditempuh lewat dua jalur darat. pertama, melewati jalur lintas Medan-Sidikalang, ibu kota Kabupaten Dairi, kemudian diteruskan melalui jalur Merek-Raya. Kedua, melalui jalur lintas Medan-Pematang siantar yang juga harus diteruskan melewati jalur Merek-Raya. Jalur Merek-Raya meruapakan jalur penghubung kota Pematangsiantar dengan kabupaten Dairi. Ketika tiba di Tao Silalahi sekitar pukul 11.00 WIB, dengan tidak sabar lagi kami langsung mengganti pakaian, dan menceburkan diri ke Tao Silalahi, meskipun terik panas matahari menghujani kulit kami, namun itu tidak menjadi halangan bagi kami untuk berenang, sambil berenang, kami juga berfoto-foto untuk mendokumentasikan momen itu. Canda tawa ikut menghiasi indahnya pengalaman perjalanan di Tao Silalahi. Ada yang berenang gaya kupu-kupu dan bahkan gaya batu, ada juga yang membuat benteng pasir dan setelah selesai dibangun dihancurkan berramai-ramai. Satu hal yang sedikit lucu adalah, ketika foto-fotoan, ada yang mengira pada waktu itu kamera dalam keadaan memfoto padahal sedang shooting vidio, terdiam tidak bergerak beberapa detik, ketika diberi tahu bahwa itu sedang shooting vidio, semua tertawa terbahak-bahak. Waktu pun menunjukkan pukul 13.45 WIB, kami pun istirahat, mengeringkan badan dan tidak lupa makan siang tentunya karena perut sudah kosong sehabis berenang, sambil makan ada-ada saja canda tawa yang terjadi. Setelah selesai makan siang kami pun berbegas pulang meninggalkan Tao Silalahi sekitar pukul 16.00 WIB.

Sebelum jauh meninggalkan Tao Silalahi tak lupa kami singgah di Tugu Silalahi Sabungan, kami minta ijin kepada yang merawat tugu itu untuk masuk dan berfoto, dan akhirnya kami diberi ijin untuk masuk dan berfoto, kami tidak bisa bertemu dengan pemandu tugu itu (keturunan Raja Silalahi) karena sedang pergi memancing, sehingga kami tidak bisa mendapatkan informasi mengenai Raja Silalahi Sabungan.

Itulah perjalanan kami di Tao Silalahi, semoga pemerinah setempat bisa lebih memperhatikan Tao Silalahi dan melakukan pengembangan sehingga keindahan Tao Silalahi bisa dikunjungi dan dikenal banyak orang. Terimakasih Tao Silalahi, keindahan mu akan terus kami kenang. Sampai bertemu di Tao Silalahi.

Tao Silalahi Bagian Danau Toba Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rudi Lumban Gaol

2 komentar:

Anonim mengatakan...

HORASS BAH...TOA SILALAHI SUATU HARI PASTI KUTANDANG DIKAU.

Rudi Lumban Gaol mengatakan...

Horas Juga, Silahkan broo...
Menjelajahi kawasan wisata lokal memang tidak ada habisnya... orang ke luar negeri karena sensasinya aja, masalah ke Indahan sih, Negeri kita nomor saya, termasuk tao silalahi kekayaan Nasional, kekayaan Sumatera Utara pada khususnya...