21 Oktober 2012

Harga Kemenyan Di Sumatera

Harga Kemenyan Di Sumatera, Kemenyan atau Styrax benzoin penyebarannya banyak terdapat di Asia Tenggara, Thailand, Philipina, Malaysia, Indonesia. Khususnya di Indonesia, kemenyan banyak terdapat di Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan (Dolok Sanggul) dan Sidikalang.

Tanaman Kemenyan tumbuh di daerah pegunungan yang berketinggian diatas 1500 dpl, Getah kemenyan mempunyai histori khusus bagi orang batak, zaman dahulu sewaktu Sang Mesias lahir (Yesus Kristus) orang batak datang ke betlehem mengantarkan persembahan kemenyan dan mur, yaitu itu diantara orang majus yang mempersembahkan persembahan kepada sang Raja yang baru lahir.

Kemenyan tanaman keras, tinggi menjulang, hampir mirip dengan pohon durian, pohon kemenyan bisa mengeluarkan getah setelah berumur 7-10 tahun dengan cara melukai batang pohon kemenyan, dari luka yang sengaja dibuat itu akan meleleh getah kemenyan. Para petani kemenyan akan menunggu getah tersebut selama 3-5 bulan agar mengeras, setelah mengeras baru di panen, getah kemenyan akan berubah warna menjadi kuning keputih-putihan.

Getah kemenyan pada umumnya terdiri dari tiga kelas, Kelas 1, yaitu kelas yang paling baik dan paling mahal, kelas 2, kelas yang kwalitasnya tidak begitu baik, warnanya menguning dan kwalitas nomor 3, yaitu sisa panen yang terluka akibat panen yang pertama.

Zaman dahulu, sekitar tahun 1940-1960, harga kemenyan cukup tinggi (mahal) bila di bandingkan dengan hasil tani yang lain, tetapi zaman sekarang ini, harga kemenyan amatlah sangat murah jika di bandingakan dengan harga kebutuhan pokok lainnya, serta harga pupuk yang sangat mahal. Untuk mendapatkan getah kemenyan sangat susah, dan kemenyan harus di rawat dan di siangi agar pohon kemenyan tumbuh subur. Biasanya para petani kemenyan bermalam di hutan (Gubuk) selama seminggu atau dua minggu bahkan sebulah di hutan untuk mengerjakan dan mengurus pohon kemenyan. Mereka membawa bekal dengan ala kadarnya sebagai kebutuhan semalam bermalam di hutan.

Getah kemenyan di sebagian masyarakat Indonesia, kemenyan digunakan untuk menggil hantu atau Jin sementara di masyarakat Batak (Taput dan Dolok Sanggul) untuk mendatangkan uang, kalau di daerah lain ada bau kemenyan, mereka mungkin sudah ketakutan, sementara di daerah Taput dan Dolok sanggul hal itu adalah hal yang sangat biasa.

Mamfaat getah kemenyan
Kemenyan digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan pengawet dan campuran obat batuk serta dalam industri parfum sebagai bahan baku wewangian. Secara tradisional, kemenyan digunakan sebagai campuran dupa dalam ritual Kejawen. Kemenyan mempunyai sifat fiksatif sehingga mengikat minyak atsiri agar tidak terlalu cepat menguap. Penggunaan lainnya adalah sebagai bahan campuran dalam industri rokok klembak-menyan.

Tanaman tahunan ini mampu hidup hingga lebih dari 100 tahun. Ada 20 jenis pohon kemenyan, tetapi yang banyak tumbuh di Sumut adalah kemenyan jenis durame (Styrax Benzoine) dan kemenyan toba (Styrax Sumatrana). Kemenyan durame lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan jenis toba. Durame bisa disadap sejak umur 6-7 tahun dengan warna getah cenderung hitam, sedangkan toba baru disadap umur 10-13 tahun dengan jenis getah putih.

Berbeda dengan karet, penyadapan getah kemenyan tak perlu wadah. Getah dibiarkan keluar dari batang pohon, meleleh di kulit pohon.

Pada cukilan pertama, batang pohon akan menghasilkan getah berwarna putih yang baru bisa diambil sekitar tiga bulan kemudian. Getah itu menempel di kulit pohon sehingga untuk memanen petani harus mencongkel kulit batang kemenyan.

Getah putih yang disebut sidukabi atau mata zam-zam ini bernilai paling tinggi. Namun, kini harganya hanya sekitar Rp 100.000 hingga Rp 120.000 per kilogram di tingkat petani.

Bekas cukilan itu akan menghasilkan tetesan getah kedua yang disebut jalur atau jurur yang bisa dipanen dua-tiga bulan setelah memanen mata zam-zam. Setelah itu muncul getah ketiga yang disebut tahir. Harganya jauh lebih murah daripada harga mata, sekitar Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Jika mata berwarna putih, warna tahir atau jurur semakin menghitam.

Getah-getah kemenyan itu bisa dikelompokkan sedikitnya dalam tujuh macam dari yang paling mahal hingga termurah, yakni mata kasar, kacang, jagung, besar, pasir kasar, pasir halus, hingga abu. Mata kasar bisa bernilai Rp 120.000 per kilogram di tingkat pengumpul, sedangkan abu atau gilingan halus kulit kemenyan seharga Rp 40.000 per kilogram.

Kalau anda berminat membeli kemenyan, Pengumpul kemenyan  di sumatera utara :
Di tempat pengumpul, pemilahan kemenyan ini bak memilah emas dari pasir. Buruh-buruh perempuan dengan tekun memilah-milah butiran itu. Getah kemenyan yang umurnya tua biasanya memang berwarna kuning menyerupai emas.

Dalam satu pohon bisa terjadi banyak cukilan. Di Tarutung atau Doloksanggul cukup mudah menemukan tanaman ini. Asal terlihat tanaman yang batangnya penuh luka cukilan, bisa dipastikan itu tanaman kemenyan.

Petani perlu membuat kue itak gurgur, kue yang terbuat dari campuran tepung beras, gula merah, dan parutan kelapa. Kue itu dikunyah lalu disemburkan ke batang pohon kemenyan yang hendak disadap.

Harga Kemenyan Di Sumatera Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Rudi Lumban Gaol

1 komentar:

Anonim mengatakan...

wah, cuku berat juga untuk bisa jadi petani kemenyan, harga kemenyan juga ga begitu bagus jika di bandingkan usaha yang dilakukan, terima kasih